Karena Allah pencemburu
April 5, 2008 at 10:00 am Leave a comment
Benar, Allah itu pencemburu, dan bukan sembarang pencemburu. Dalam sebuah riwayat dikisahkan,
Hadis riwayat Mughirah bin Syu’bah رضي الله عنه, ia berkata:
Sa’ad bin Ubadah berkata: Seandainya aku mendapati seorang lelaki bersama istriku, maka aku akan menikam orang itu dengan pedang tanpa ampun. Sampailah ucapan Sa’ad tersebut ke telinga Rasulullah صلی الله عليه وسلم, lalu beliau bersabda: Apakah kalian kagum dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah, aku lebih cemburu daripadanya dan Allah lebih cemburu lagi daripadaku. Demi kecemburuan itulah, maka Allah mengharamkan segala kejahatan baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah, dan tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pengampunan daripada Allah. Demi itulah Allah mengutus para rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan tidak ada seorang pun yang lebih menyenangi pujian daripada Allah, dan demi itulah Allah menjanjikan surga
Nah, antum masih mau coba-coba bikin Allah cemburu?
Beberapa tahun yang lalu saya membaca resensi sebuah film barat di suatu media cetak (saya lupa judulnya). Ceritanya tentang seorang cowok yang memutuskan pacarnya trus pacaran dengan cewek lain. Hebohnya, cewek yang diputusin tadi ternyata seorang superhero. Maka untuk membalaskan sakit hatinya, si cewek superhero ini menggunakan kekuatan supernya untuk mengganggu kehidupan si cowok dan merusak hubungan asmaranya dengan pacar barunya.
Dari film fiksiyang bergenre komedi ini kita juga bisa ngambil hikmah lho. Sederhana saja, kalau seorang cewek berkekuatan super yang lagi cemburu saja bisa bikin ruwet hidup seseorang sampe putus dari pacar, gimana kalo yang cemburu ke kita itu Allah! Apa nggak mampus loe? Kalau mampus pun, nampaknya penderitaan belum akan berakhir. Karena dengan otoritas-Nya sebagai Tuhan, Allah akan tetap bisa menyiksa kita walau kita sudah mati – dan justru siksa ini yang lebih berat, karena sifatnya abadi! Whoaaaa …!!!
Tapi antum juga tahu kan, kalo justru cemburu itu tanda cinta?! Ya, Allah sangat mencintai kita, makanya cemburunya juga luar biasa saat kita menduakan-Nya.
Mengapa Allah mencintai kita? Ada analogi yang ditawarkan Amir Khalid dalam bukunya – meski tidak bisa persis menggambarkan – untuk menunjukkan alasan Allah mencintai kita. Seniman yang menghasilkan karya masterpiece dengan tangannya sendiri atau menulis sebuah cerita dan menerbitkannya pasti akan sangat mencintai hasil karyanya. Sedangkan Allah menciptakan Adam as – manusia pertama – dengan kedua tangan-Nya sendiri (Q.S. Shad: 75), maka tentu Allah sangat mencintai kita (dengan tingkatan yang berbeda-beda, tergantung amal kita). Anehnya, kita justru sering lari dari cinta Allah, menolak cinta-Nya dan justru mengejar cinta semu dunia. Astaghfirullah…
Entry filed under: Tulisan Lama. Tags: cemburu, cinta.

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed