Archive for June, 2008
Aneh, sungguh aneh…
Kalau ada yang pasti dalam kehidupan ini tentulah ketidak-pastian itu sendiri. Ya, siapa yang bisa memastikan apa yang akan terjadi setahun, sebulan, sehari, sejam, bahkan satu menit yang akan datang?
Apakah kita yakin besok kita masih bernafas? Atau sebelum itu, apakah kita yakin masih ada esok?
Sebenarnya tidak kan?! Anehnya kita sering bertingkah seolah kita tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Saat mendapatkan tugas, kita tunda pengerjannya karena yakin bisa diteruskan di lain hari. Saat digoda maksiat, kita tidak menolak karena yakin masih ada waktu untuk bertobat. Padahal sungguh, kita tidak memiliki pengetahuan akan apa yang akan terjadi.
Jangankan kita, Rasulullah saw pun tidak memiliki pengetahuan akan masa depan kecuali atas apa yang diwahyukan padanya.
Tercatat dengan akurat dalam Al Qur’an saat beliau saw ditanya oleh orang-orang Bani Israil tentang tiga perkara: Zulkarnain, Ruh dan Hari Kiamat. Kelalaian Rasulullah saw untuk mengucap “InsyaAllah” menjadikan tertundanya wahyu yang menjawab ketiga pertanyaan tersebut.
Itu Rasulullah, orang yang paling dicintai-Nya, lalu apa jadinya dengan kita? Kita manusia biasa dari kumpulan manusia biasa-biasa saja, tapi begitu tenang saat mengobral janji tanpa mengucap “InsyaAllah”. Begitu santai untuk menunda tobat dan beternak maksiat. Aneh, sungguh aneh…
Mungkin tak ada esok untuk merubah keanehan ini, maka rubahlah saat ini!
1 comment June 3, 2008
