Archive for November, 2008
Kematianku
Kematian pasti menemukanku.
Tak peduli sejauh apa berlari, setebal apa tembok tempat sembunyi.
Kini atau nanti, tak diketahui. Tak perlu harus sampai rambut menguban, tak perlu menunggu punggung membungkuk.
Maka kan kusambut ia dengan senyum, segenggam amal bertetes peluh dan darah, terbungkus rindu akan kenikmatan abadi.
Tuhan, biarlah ia dekat saja, sebelum nafsu mengajakku berpaling.
1 comment November 29, 2008
Qurban untuk cinta…
Hakikat pengorbanan adalah merelakan sesuatu yang kita cintai untuk sesuatu yang jauh lebih kita cintai.
Ini memang bukan pernyataan para ulama, alias karangan saya sendiri, tapi saya tidak yakin antum punya alasan untuk membantahnya. Dasar saya sangat jelas. Mari kita tengok beberapa fakta sejarah untuk membuktikannya.
Kisah Habil dan Qabil
Saat mereka berebut calon istri, sang Ayah memberi solusi dalam bentuk pengorbanan. Siapa yang mampu mempersembahkan kurban yang diterima Allah swt akan mendapatkan sang gadis pujaan. Lalu Qabil marah dan membunuh Habil karena kurban busuknya ditolak Allah swt. Allah lebih menyukai unta gemuk yang dikorbankan Habil. Berikut bagaimana Al Qur’an menggambarkan kisah tersebut: (more…)
2 comments November 26, 2008
Jika harus memilih…
Jika suatu saat jama’ah ini terpecah – naudzubillahi min dzalika – manakah kiranya yang saya pilih?
Tentu tetap bersama jama’ah.
Bukan karena fanatik buta,
Tetapi karena manhaj jama’ah ini lurus, pendirinya tulus, tujuannya ikhlas. Jikalau kemudian terjadi penyimpangan di sana-sini, pastilah oknum-oknum saja pelakunya.
Sungguh, jama’ah ini bukan jama’ah malaikat. Jika mereka yang pernah banyak berbuat saja bisa khilaf, apalagi kita yang sedari dulu hanya banyak menonton saja?!
Bagi saya, memperbaki dari dalam adalah jauh lebih baik daripada melarikan diri mencari keselamatan pribadi…
3 comments November 10, 2008
Cantik dan tampan itu perlu…
Ketika memutuskan akan menikah, jangan pernah mengabaikan faktor ketertarikan fisik kepada si calon.
Benar, kita menikah hanya karena Allah, tapi itu bukan berarti kita tidak boleh berharap memiliki istri cantik atau suami tampan.
Mau sedikit cek dalil? Perhatikan hadits berikut:
“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya”
(HR. Bukhori-Muslim)
Antum perhatikan yang saya garis bawahi di atas. Sekarang ini di dunia kita, aurat terpampang di mana-mana. Mode pakaian semakin ke sini semakin irit bahan. Barangkali akibat pemanasan global, manusia merasa perlu menggunakan pakaian yang melancarkan aliran udara biar nggak kepanasan, padahal jelas tidak sopan!
Lha kalo istri kita tidak menarik/cantik di mata kita, bagaimana ia akan menjadikan kita mampu menundukkan pandangan? Lha wong yang sliwar-sliwer di jalan itu berdandan habis-habisan plus permak make up dari setan pula. (more…)
8 comments November 8, 2008
Tenggelam dalam keringat
Satu hal yang harus kita pahami bersama. Bukan hanya bahwa tiada seorangpun di dunia ini yang sempurna, tetapi juga bahwa setiap orang niscaya akan atau pernah berbuat kesalahan dan dosa. Karena mereka yang ma’shum (dijaga dari berbuat dosa) itu hanyalah para Nabi dan Rasul.
Ini bisa dibuktikan dengan menukil keterangan dari Rasulullah saw tentang nasib manusia di Padang Mahsyar kelak. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menggambarkan bahwa setiap manusia kelak akan merasa malu dengan seluruh amal buruknya hingga masing-masing tenggelam dalam keringat saking malunya. Ada yang selutut, seperut bahkan sampai mulut sesuai kadar perbuatan buruknya. Hilanglah harga diri dan kepercayaan diri. Hilang sudah ketokohan dan figuritas. Yang tersisa hanya diri yang hina berlumur dosa. (1)
Dari sini kita akan menyadari bahwa salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah swt pada kita di dunia adalah tertutupnya aib diri dari pandangan manusia. (more…)
Add comment November 3, 2008
