Kematianku

November 29, 2008

Kematian pasti menemukanku.

Tak peduli sejauh apa berlari, setebal apa tembok tempat sembunyi.

Kini atau nanti, tak diketahui. Tak perlu harus sampai rambut menguban, tak perlu menunggu punggung membungkuk.

Maka kan kusambut ia dengan senyum, segenggam amal bertetes peluh dan darah, terbungkus rindu akan kenikmatan abadi.

Tuhan, biarlah ia dekat saja, sebelum nafsu mengajakku berpaling.

Entry Filed under: My Diary. Tags: , , .

1 Comment Add your own

  • 1. m ihsan fauzi  |  January 22, 2009 at 5:06 pm

    kematian pasti menjemputku..
    entah nanti, esok atau lusa…

    kematian menasihatiku…
    untuk berbekal dan bersiap..
    saat ia datang menghampiriku…

    kematian mengajariku…
    akan kehidupan yang sejati…

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Categories

Blogroll

My friends

Recent Comments

hak1m on Dia dan cemburunya
Yudhy on Kita da’i, bukan ha…
M.SINUH.A on Kita da’i, bukan ha…
perokok berat on Tentang budak
Yudhy Herlambang on About Me

Top Posts

Kalender Posting

November 2008
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930