Ada cinta

April 5, 2008 at 9:42 am Leave a comment

Kok cinta lagi?!!

Sama seperti antum, saya juga tidak begitu mengerti mengapa tema-tema seperti ini – cinta dan yang semu-semu merah jambu – selalu tidak habis dibicarakan di kalangan aktivis dakwah. Padahal tulisan, seminar dan diskusi mengenai tema ini sudah terlampau banyak hingga tidak mungkin dihitung dengan jari kelabang sekalipun.

Tidak sedikit aktivis yang mencemooh tema-tema seperti ini karena menganggapnya cemen, tidak produktif dan hanya memanjangkan angan-angan. Tapi kenyataan di lapangan, novel dan buku dengan tema beginilah yang paling laris diborong. Artinya, sebagian besar aktivis – baik yang senior maupun junior – gemar dengan tema semacam ini. Maka untuk membuka tulisan ini, saya ingin menyampaikan kepada para penggemar tema ini: ”Selamat menikmati!”. Sedangkan bagi para pencemoohnya, saya ucapkan: ”Diam itu emas!” He..he..he..

Cinta dan kita

Bagaimana seorang muslim mengawali setiap aktivitasnya? Mereka senantiasa mengucap, ”Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Dari 99 nama yang Allah miliki, Ar Rahman dan Ar Rahiim menjadi dua nama yang paling sering disebut seorang muslim dalam kehidupannya selain nama ”Allah” itu sendiri. Menarik bukan? Karena dua nama itu berarti : Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Lihatlah betapa kasih dan sayang senantiasa meliputi dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang muslim. Tidakkah antum merasakannya?

Jika Allah tidak bersifat rahman dan rahiim, tentu Ia tidak akan memberikan kita rizqi, tidak akan mengampuni dosa dan tidak akan memberi kita petunjuk. Tanpa kasih dan sayang-Nya, bisa dipastikan kita tidak akan mampu untuk hidup walau sekejap saja. Cinta-Nya adalah alasan mengapa kita bisa hidup!

Ketika antum ditanya, ”Apa yang antum cari dalam hidup ini?” Tentu dengan mantap antum akan menjawab, ”Ridho Allah swt!”. Tahukah antum bahwa ridho adalah satu dari tanda-tanda cinta?

Kata ’cinta’ juga bisa antum temukan dalam definisi para ulama tentang ibadah. Mereka mendefinisikan ibadah sebagai sebuah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah, berupa ucapan dan perbuatan lahir maupun batin. Padahal bukankah tujuan penciptaan manusia hanyalah untuk beribadah?! Maka sesungguhnya akhi wa ukhti fillah, kehidupan kita ini hanyalah untuk mencari cinta! Cinta Allah saja.

Dari sini saya membuat kesimpulan bahwa cinta adalah sebab sekaligus tujuan kita hidup. Dengan catatan, cinta yang sedang saya bicarakan ini adalah cinta Allah, bukan cinta yang lain.

Entry filed under: Tulisan Lama. Tags: .

Saya penasaran… Jika Noura tetanggamu, apakah kau akan menjadi Fahri untuknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

April 2008
M T W T F S S
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: