Saya penasaran…

April 5, 2008 at 9:28 am 3 comments

Saya penasaran. Mengapa dalam hadits Arbain Nawawiyah yang pertama (hadits tentang niat), ’wanita’ disebutkan secara spesifik sebagai salah salah satu motif yang dapat menyelewengkan seseorang dalam berhijrah di jalan Allah swt . Bukankah apa yang disebut Rasulullah lebih dulu, yaitu ’dunia’ telah mencakup wanita di dalamnya? Mengapa harus lebih diperjelas lagi? Mengapa perlu dispesifikkan lagi? Juga mengapa ’wanita’ yang disebut di sana?! Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu jawaban yang sesungguhnya, tapi boleh dong kita kita mengira-ngira untuk bisa mengambil pelajaran dari sana.

Salah satu sebab – yang sudah sering dijelaskan para ulama – adalah asbabul wurut dari hadits ini. Yaitu hijrahnya seseorang pada masa Rasulullah yang tidak diniatkan untuk Allah dan Rasul-Nya melainkan karena ingin menikahi seorang wanita yang bernama Ummu Qais, sehingga orang tersebut dijuluki Muhajir Ummu Qais. Masalahnya, kalo cuma itu alasannya, maka hadits ini hanya akan berlaku bagi orang itu. Sedangkan hadits kan dijadikan pedoman oleh umat Islam sampe kiamat nanti, jadi pasti ada pelajaran lain yang sifatnya lebih umum.

Antum boleh tidak setuju dengan saya, tapi saya cenderung berpendapat bahwa Rasulullah ingin menegaskan bahwa ’wanita’ itu sangat menarik bagi laki-laki! Laki-laki manapun! Bahkan para sahabat yang berinteraksi langsung dengan Rasulullah pun berpotensi menyeleweng dari jalan dakwah karena mereka.

Itu juga barangkali, mengapa iming-iming surga bagi laki-laki selalu disertai dengan gambaran yang dahsyat tentang bidadari. Wanita! Yang cantik, yang selalu perawan, yang berkulit putih, bermata jeli, dst. Bahkan Ibnul Qayim yang terkenal dengan tazkiyatun nafs-nya menuliskan sub bab khusus dalam Raudhatul Muhibbin karangan beliau mengenai kenikmatan berhubungan dengan bidadari, didasarkan pada hadits tentunya, bukan imajinasi! (antum tuh yang suka berimajinasi…!).

Ya, tertarik pada wanita memang bukan dosa. Yang dosa itu kalau kita tidak bisa mengelola ketertarikan itu dengan baik, lalu melakukan maksiat untuk memuaskan ketertarikan itu.

Kesimpulannya, bagi laki-laki, wanita itu sangat menarik. Jauh lebih menarik daripada kesenangan dunia yang lain yang dilimpahkan Allah bagi mereka.

Jadi tidak aneh, kalau Allah memprioritaskan perintah ghadhul bashar (menundukkan pandangan) kepada laki-laki sebelum pada perempuan. Lihat, perintah ghadhul bashar untuk laki-laki dicantumkan pada ayat ke-30 surat An Nuur, sedang bagi perempuan pada ayat berikutnya yaitu ayat 31. Ketertarikan laki-laki pada fisik wanita jauh lebih besar daripada ketertarikan wanita pada fisik laki-laki. Itu kesimpulan kedua saya. Coba lihat kembali ayat 31 Surat An Nuur tadi, ayat itu cuma sedikit membahas tentang perintah menundukkan pandangan bagi perempuan. Setelah kalimat yang pendek itu, Allah lebih menekankan keharusan bagi mereka untuk menutupi auratnya dari pandangan laki-laki. Ayat ini seakan-akan lebih mementingkan aspek ’berhati-hati terhadap pandangan lakilaki’ ketimbang larangan memandang laki-laki (ingat, seakan-akan!).

Mas, sebenernya mo ngomong apa tho, kok muter-muter? Antum mo nanya gitu, kan?!

He..he.. Sebenarnya saya cuma mo bilang gini, ” Saya ini juga laki-laki! ” Dan semua ikhwan yang ada di dunia ini juga laki-laki. Jadi, buat semua akhwat muslimah yang saya hormati, jangan keburu merasa aman terhadap ikhwan! (termasuk saya , he..he..).

Soalnya gara-gara merasa para ikhwan ini sudah lebih soleh ketimbang laki-laki biasa, sudah bergelut dengan dakwah begitu lama, akhwat sering lengah pada fitrah kelelakian mereka. Bahwa mereka sangat tertarik pada fisik wanita, bahwa mereka juga tertarik pada fisik antunna. Lebih dari yang lainnya.

Tentu saja perasaan ini tidak mereka luapkan sebagaimana laki-laki jahil pada umumnya. Dengan memelototi antunna dari ujung jilbab ke ujung kaos kaki, misalnya (soalnya apanya juga yang bisa dilihat, orang ketutup semua! he..he..). Atau dengan nyeletuk, ” Kamu cantik, deh!” Atau yang lebih serem lagi, ” Wah, kamu seksi banget hari ini!” (hiii…!!). Tentu, sekali lagi tentu, para ikhwan itu tidak akan mengekspresikan ketertarikan mereka dengan cara seperti itu. Tapi hati mereka tentu berbisik, setidaktidaknya. ” Subhanallah, masya Allah, maha besar Allah yang telah menciptakan akhwat secantik ini!”

Ha..ha..ha.., hei para ikhwan, apa antum juga ketawa seperti ketawa saya ketika menulis ini? Kalo iya, berarti pengalaman pribadi saya itu juga terjadi pada antum kan?! Btw, bisikan itu sebenernya masih bisa bernilai syar’i kalo berasal dari pandangan pertama yang sekilas (nggak sengaja), tapi kalo berkali-kali, walaupun cuma sekilas di tiap kalinya, itu sih namanya emang niat! Siapa ngejamin kalo itu nggak dosa?!

Begitulah saudari-saudari akhwat muslimahku, itulah kami yang sebenarnya. Ikhwan-ikhwan ini, manusia biasa. Laki-laki biasa. Jadi jangan bersikap seolah kami ini malaikat. Seenaknya senyum-senyum simpul waktu kita lewat. Ngirim SMS yang isinya met bobok, met maem, met QL. Nyuruh kita nganter pulang kalo kemaleman, sendirian! Nyuruh ngisi kajian yang pesertanya akhwat semua. Contoh-contoh yang telah saya dramatisir itu, dan contoh-contoh lain semisal itu, berpotensi merobohkan benteng pertahanan kami. Pertahanan rapuh kami.

Tapi kami memang nggak bisa menimpakan kesalahan ini pada antunna semua ding, soalnya kadang-kadang kami emang cari-cari kesempatan juga! Sering ke-GR-an juga! Sering macem-macem juga! Makanya, saling ngingetin kalo udah kelewatan. Kadang becanda boleh lah, tapi jangan sering-sering, sebelum nanti jadi kebutuhan.

Emangnya sering dan nggak sering batasannya apa, parameternya apa? Itu sih antum sendiri yang tahu. Istafti qolbaka (mintalah fatwa pada hatimu). Kalo ada perbuatan yang kita malu itu dilihat orang, hati-hati, bisa jadi itu dosa. Hati kita bisa merasakannya kok. Tapi itu juga kalo hati kita belum mengeras, oleh pekatnya dosa.

Entry filed under: Tulisan Lama. Tags: , , , .

Maya dalam Nyata Ada cinta

3 Comments Add your own

  • 1. serendipity55  |  July 7, 2008 at 9:13 am

    asswrwb…
    thanks atas signal “berhati-hati” dari para ikhwan…semoga Allah SWT selalu menjaga kita dari keburukan nafsu…amin

    Reply
  • 2. soniazone  |  July 12, 2008 at 4:22 am

    sudah dibaca akhwat kok. Yup saling mengingatkan juga.. akhwat juga bukan malaikat…

    Reply
  • 3. habib  |  September 6, 2008 at 7:46 am

    ruar biasa

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

April 2008
M T W T F S S
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: