Kepada para perindu Surga

April 22, 2008 at 1:07 pm 1 comment

Sepertinya kita semua sepakat bahwa satu-satunya hal yang menjadi alasan seluruh pengorbanan kita di jalan dakwah ini adalah surga. Karena surga adalah simbol ridha Allah pada kita, tanda cinta-Nya, imbalan yang tak terkira indahnya.

Jika demikian, antum harus tahu cara efektif dan bergaransi untuk mencapainya. Mengingat, saingan antum untuk meraihnya adalah seluruh umat manusia dari mula hingga akhir zaman, godaannya dahsyat, sementara waktu yang tersedia sangat terbatas dan tak diketahui kapan berakhirnya.

Maka perhatikanlah jaminan Allah berikut ini. Sebuah surat wasiat bagi para ahli waris surga. Garansi bagi mereka yang bergelar mu’minuun. Demikian surat itu berbunyi:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang
yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya
. (QS. Al Mu’minuun)

Saya ingin antum yang membaca tulisan ini mencermati kata-kata yang sengaja saya pertebal. Ya, ternyata amanah yang kini antum sedang – atau akan – pikul bisa jadi adalah kunci antum memasuki kekalnya nikmat Firdaus. Sayangnya itu tidak akan terjadi jika antum masih saja menunda-nunda tertunainya hak amanah itu. Sungguh tak akan terjadi jika antum menelantarkannya, dan tidak akan mungkin pernah terjadi, jika masih penuh dada itu dengan sesak keluh kesah saat menjalaninya. Justru azab pedih membara, menghanguskan dan meremukkan yang menanti saat antum berani mengkhianatinya. Karena pengkhianat adalah munafiquun, penghuni dasar neraka! Golongan manusia yang bahkan lebih hina dari orang kafir sekalipun.

Satu kunci – amanah – bisa berarti bencana atau bahagia, tergantung antum yang memegangnya. Ingat, bukan tingginya jabatan yang memuliakan antum di hadapan-Nya, tetapi tingkat pemenuhan hak amanah itulah yang ditimbang kadarnya. Seremeh apapun!
Terkesan hiperbolis ya? Terserah saja sih percaya atau tidak, toh ini demi nasib masing-masing kita.

Saat keputusan dijatuhkan atas perbuatan masing-masing diri, status kejama’ahan tidak akan berguna. Tak peduli antum adalah bagian dari sebuah jama’ah besar yang didirikan dan dipimpin orang-orang besar, selama kecil saja yang antum kerjakan, tanpa keikhlasan pula, habis sudah! Naudzubillahimin dzalika.

Semoga Allah mengkaruniakan kesabaran, mengokohkan pendirian dan menolong kita dari orangorang kafir, sebagaimana permintaan orang-orang salih yang terabadikan dalam Al Qur’an.

Wallahu musta’an.

Entry filed under: Tulisan Lama. Tags: , , .

Bagaimana Ikhwan dan Akhwat saling mencinta Tentang budak

1 Comment Add your own

  • 1. Vitry  |  April 28, 2008 at 7:09 pm

    Para perindu yang dirindukan sekian perindu…!!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

April 2008
M T W T F S S
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: