Tentang budak

April 22, 2008 at 1:12 pm 11 comments

Banyak riwayat yang menceritakan betapa getolnya para sahabat dalam membebaskan budak dan mengkampanyekan kesamaan derajad manusia (bahwa yang membedakan mereka di hadapan Allah swt hanya ketaqwaan saja). Bahkan jihad dan perluasan wilayah Islam adalah manifestasi dari upaya luhur membebaskan manusia dari penghambaan kepada manusia menuju penghambaan kepada Tuhan.

Namun ketika kita membaca QS Al Ahzab:50&52 misalnya, atau QS. Al Mu’minun:6, kita akan mendapati bahwa dalam ayat-ayat ini perbudakan diakui dalam Islam. Bahkan menggauli budak wanita yang didapat dari peperangan diperbolehkan, halal! Lha trus piye? Kok jadi kayak standar ganda gini? Sabar, jawabannya akan kita temui di bawah ini.

Ketika menafsirkan QS. Al Mu’minun:6, Sayyid Qutub memberikan penjelasan yang
cukup gamblang tentang hal ini, tapi tidak bertele-tele, cuma satu halaman. Yang harus
digaris bawahi dari pendapat beliau ialah bahwa perbudakan sekali-kali bukanlah
merupakan bagian dari sistem sosial dalam Islam!

Ketika Islam datang, perbudakan telah menjadi permasalah global di seluruh dunia.
Artinya, perbudakan adalah sesuatu yang wajar dilakukan pada masa itu. Memperbudak
tawanan perang telah menjadi aturan umum dari negara-negara yang ada di masa itu
(bahkan budak saat itu tidak cuma bisa didapat dari perang, orang yang diculik pun bisa
serta merta menjadi budak bagi orang yang menculiknya). Maka Islam yang saat itu
sedang menjalani perang dengan negara-negara tersebut tentu tidak bisa menghapuskan
sistem tersebut secara sepihak. Akan sangat tidak menguntungkan apabila kaum
muslimin yang tertawan menjadi budak di tangan musuh-musuh Islam sedangkan
tawanan perang dari musuh dibebaskan begitu saja. Karenanya Islam berusaha menutup
dan mengeringkan segala sumber perbudakan, kecuali perbudakan tawanan perang,
hingga tiba saatnya diletakkannya sistem universal yang melarang perbudakan.

Dari sinilah datangnya tawanan wanita ke dalam kaum muslimin. Sebagai konsekuensi
logis dari perlakuan musuh Islam yang menjadikan tawanan dari kaum muslimin sebagai
budak, maka tawanan wanita inipun menjadi budak dalam Islam dan diperbolehkan untuk
digauli hanya oleh pemiliknya saja, hingga saatnya mereka bebas. Izin untuk menggauli
inipun diantaranya juga untuk memenuhi hasrat seksual dari para tawanan itu sendiri,
sehingga mereka tidak memuaskannya dengan cara-cara abnormal seperti yang terjadi
pada masa sekarang, sesudah terjadi konvensi dunia tentang larangan memperbudak
tawanan perang.

Mengenai pembebasan budak, Islam telah memberikan banyak jalan untuk mendorong
sebanyak mungkin pembebasan budak. Diantaranya menjadikan kaffarat dari beberapa
hukum Islam berupa pemerdekaan budak, seperti dalam QS. An Nisa’:92 (tentang
pembunuhan), QS. AL Ma’idah:89 (tentang melanggar sumpah), QS. Al Mujadilah:3
(tentang zihar) dan masih banyak yang lain. Bahkan beberapa ayat juga memotivasi
pemerdekaan budak bukan sebagai kaffarat, tapi karena semata-mata itu adalah kebaikan,
seperti dalam QS. Al Balad:11-13, atau QS. At Taubah:60 & QS. Al Baqoroh:117. Dalam
ayat yang lain, menjadikan seorang tawanan perang atau budak itu hanyalah pilihan dan
bukan kewajiban untuk menjadikannya budak (QS. Muhammad:4). Dalil-dalil di atas
saya kutip dari Buku ”Al Qur’an dan Masyarakat Modern” karyaAbdul Rozak Naufal.

Dalam Islam juga diberikan begitu banyak jalan yang mudah bagaimana seorang budak
bisa bebas dari tuannya. Diantaranya, jika seorang budak melahirkan anak bagi tuannya
lalu si tuan meninggal, maka budak wanita itu merdeka. Jika seorang budak meminta
untuk menebus dirinya dengan sejumlah uang tertentu yang ia serahkan berangsurangsur,
maka ia merdeka saat terpenuhinya sejumlah uang tersebut dan tidak boleh
ditunda-tunda (disebut sistem mukatabah). Hal ini dijelaskan dalam QS: An Nur: 22.

Dalam ayat tersebut juga diberikan anjuran bagi si mantan pemilik untuk memberikan
sebagian hartanya bagi budak yang telah merdeka itu sebagai modal hidup barunya. Atau
bahkan jika seorang budak dipukul oleh tuannya di bagian wajah, maka itu sudah cukup
menjadi alasan bagi kemerdekaannya.

Semasa dalam perbudakan pun, kaum muslimin tidak diperbolehkan memperlakukan
mereka seenaknya, justru ada perintah untuk berbuat baik (ihsan) pada mereka yang
disetarakan dengan perbuatan baik kepada ibu, bapak dan kaum kerabat (QS. An
Nisa’:36). Jika ada seseorang ingin menikahi budak orang lain, maka ia pun berkewajiban
membayar mahar, statusnya sama seperti pernikahan dengan wanita merdeka,
sebagaimana tertulis dalam QS. An Nisa’:25. Ayat ini menyebut ’pemilik’ budak tersebut
sebagai ’keluarga’ untuk menghilangkan perasaan rendah diri dari budak yang akan
dinikahi tersebut. Demikianlah Islam, dalam masalah perbudakan pun telah mengangkat
derajad budak, yang dulunya disetarakan dengan barang tak bernyawa menjadi lebih
manusiawi.

Kesimpulannya Islam telah menutup jalan untuk melakukan perbudakan dari sebab-sebab
selain perang dan membuka jalan seluas-luasnya untuk memerdekakan budak. Sedangkan
dalam perang, perbudakan adalah suatu tindakan darurat sebagai balasan terhadap
perlakuan yang sama dari musuh Islam di saat seluruh dunia menganut sistem itu. Sekali
lagi, perbudakan sekali-kali bukanlah merupakan bagian dari sistem sosial dalam Islam!

Entry filed under: Tulisan Lama. Tags: , .

Kepada para perindu Surga Aamul Huzni

11 Comments Add your own

  • 1. rahma  |  May 1, 2008 at 2:44 am

    ah, ini kan yang kutanyain dulu…
    ada yang belum detail di jelaskan disini
    di tulisan antum cuma disebutkan bahwa izin menggauli budak adalah untuk tawanan aja
    kalo ga salah itu juga berlaku bagi orang muslim juga kan bro?
    bener ga?

    Reply
    • 2. Yudhy Herlambang  |  May 2, 2008 at 1:38 pm

      Iya Bu Rahma, tapi kan debat yang dulu sudah usai dengan damai kan?

      Reply
  • 3. Mas Eko  |  June 11, 2008 at 4:04 am

    aslm. numpang utarakan pendapat y..
    kenapa ya kebanyakan TKW kita tu mendapat perlakuan kekerasan dan pelecehan seksual, sampai banyak yang pulang dalam kondisi hamil itu malah terjadi pada negara-negara islam?? pandangan yang umum karena islam memperbolehkan menggauli budak. disini apa seh bedanya budak dengan pembantu?

    Reply
    • 4. Yudhy Herlambang  |  June 12, 2008 at 1:39 pm

      Budak pada masa keberadaannya itu statusnya sama dengan benda, jadi bisa diperdagangkan. Majikan budak ini juga memilki hak untuk menentukan segala nasib si Budak. Singkatnya, budak pada masa itu tidak diakui sebgai manusia yang memiliki hak asasi. Sedang saat ini budak sudah tidak ada lagi. Pembantu tentu bukan budak, mereka adalah pekerja yang berhak mendapat upah atas pekerjaan mereka. Jadi tidak ada pembenaran apapun untuk semua kasus pelecehan maupun kekerasan terhadap para TKW tersebut. Perilaku orang Islam saat ini memang sudah jauh sekali dari Islam itu sendiri. Tapi apakah kasus pelecehan terbesar memang terjadi di negara2 Islam itu masih harus dipertanyakan ulang. Yang terjadi saat ini adalah kebanyakan TKW kita memang dikirimnya ke negara-negara arab itu dan mengalami kasus. Mungkin tidak adanya kasus di eropa atau amerika karena memang tidak ada TKW yang dikirim ke sana bukan?

      Reply
  • 5. perokok berat  |  November 13, 2009 at 10:12 am

    Gus Dur bener, Dalam budaya arab, tidak dikenal adanya pembantu yng ada adalah budak… bila mereka telah membayar pada agent untuk mendapatkan seorang pembantu, mereka merasa telah membeli budak… itu sejalan dengan budaya arab… walaupun bukan menurut Agama Islam… kalau budaya dan kebiasaan itu mau di rubah… ya terangkan pada mereka… apa arti seorang pembantu… siapa tahu mereka mau merubah budaya mereka… mungkin anda bisa menerangkan pada mereka seperti uraian diatas….

    Reply
    • 6. HERan  |  January 21, 2010 at 11:48 am

      Ngaco lu. kalo Arab ga kenal adanya pembantu. TKW ga bakal ada yg Pulang selamet..

      terus cari lagi, berapa yg pulang selamet, berapa yg jadi korban majikan. bandingkan.

      Mudah2an lu bs lbh pintar mencerna, dan menilai perilaku manusa.

      Reply
  • 7. HERan  |  January 21, 2010 at 11:43 am

    susah kalo otak sudah berpikir “sama” alias “general”.
    yg dilakukan seseorang, tdk mewakili hukum yg seharusnya dia pegang.
    hukumnya, org Islam hrs mmperlakukan budak seperti yg di gariskan dan dicontohkan.
    kalo kmudian org tsb kluar dr gris tsb, jgn bilg mereka mnjalankan hukum Islam.

    org non Islam, mnjadikan tawanan prang sebgai pemuas nafsu. tapi setelah nafsunya puas, apa yg terjadi pd tawanan tsb???
    yg terjadi adlah dpt tugas memuaskan nafsu penguasa yg lain. Istilah kasarnya, GILIRan. kemudian dibunuh.

    ada agama lain yg “berani” .mengatur tentaranya???
    Islam ga cuma ngurusi budak coy.
    semua urusan diatur dlm Islam. Ada Yang Lebih Sempurna???

    Reply
  • 8. arabian night  |  May 3, 2010 at 12:30 pm

    mo tanya, apa psk jg budak?
    apa hukumnya menggauli psk belian tadi?

    Reply
    • 9. Yudhy Herlambang  |  May 3, 2010 at 3:14 pm

      psk bukan budak, ia adalah pilihan profesi yang salah. Pelacur sudah ada sejak zaman rasulullah dan tidak termasuk dalam golongan budak. Hukumnya haram bagi laki-laki selain suami sang pelacur untuk menggaulinya. Itu disebut zina.

      Reply
  • 10. arabian night  |  May 6, 2010 at 8:42 pm

    jazakumulloh khoiron katsiro…sangat jelas mas…🙂

    Reply
  • 11. Penyadar  |  June 3, 2010 at 3:16 pm

    Tidak semua menaksirkan TKW itu budak, tapi ada yang menaksirkan TKW itu budak.
    Klo ada yang menafsirkan itu Budak adalah hanya ada di negara islam, karena ada ajarannya yang sempurna.
    Negara indonesia adalah negara penjajah dijaman kerajaan Mahapahit (Hindu), malaysia termasuk jajahannya.
    Tetapi sangat turun drastis saat sekarang. Negara indonesia selalu dikencingi oleh malaysia sekarang, karena bangsa budak (indon).
    Salah siapa?? Ya tidak ada yang salah. Kalian yang ingin jadi dan mengakui budak itu. Tp sebaiknya saya titip pesan ke TKW ke majikannya itu, bilang tidak semua kami di indonesia itu islam, jadi jgn sekali2 mengganggap kami itu semuanya budak.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

April 2008
M T W T F S S
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: