Aamul Huzni

April 24, 2008 at 4:35 am Leave a comment

Rasulullah saw tentu sangat menyadari bahwa setiap orang pasti akan meninggal, bahwa tidak ada yang kekal di muka bumi ini.

Beliau tentu menyadari, bahwa takdir yang Allah tentukan bagi makhluk-Nya adalah yang terbaik bagi makhluk itu.

Beliau tentu juga sangat yakin, bahwa tiada cobaan yang diberikan Allah melainkan sesuai dengan kapasitas keimanan hamba-Nya.

Rasulullah saw adalah manusia yang paling bertaqwa dan paling bertawakal kepada Allah di seantero jagad ini, sungguhpun demikian sejarah telah mencatat bahwa manusia yang paling mulia ini pernah mengalami masa yang paling menyedihkan hatinya.

Aamul huzni adalah saat-saat dimana Rasulullah begitu terguncang jiwanya karena kehilangan dua orang yang paling beliau cintai. Abu Thalib dan Khadijah. Dua tokoh yang amat istimewa letaknya di hati Rasulullah saw.

Abu Thalib memang seorang kafir hingga akhir hayatnya. Rasulullah saw tidak pernah menyangkal fakta bahwa Abu Thalib akan menjalani akhiratnya di neraka, meski begitu jasa Abu Thalib bagi perjuangan Rasulullah mendakwahkan Islam sesungguhnya memang tidak sedikit. Dengan tegar ia berdiri gagah membela keponakannya dari pembesar-pembesar kaumnya di kala tiada yang berani membela. Sedang Khadijah, ia adalah wanita yang dijanjikan surga atasnya. Ialah yang pertama kali beriman dengan apa yang dibawa Rasulullah. Menentramkannya di kala gelisah, menggelontorkan seluruh hartanya bagi perjuangan Rasulullah tanpa sedikitpun pernah mengeluh akan cercaan dan pandangan sinis kaumnya terhadap suaminya. Ia adalah ibu dari seluruh kaum muslimin.

Maka ketika keduanya tiada untuk selamanya, manusia yang paling bertaqwa ini limbung juga. Terguncang jiwanya.

Sedih, teramat sedih.

Lihatlah betapa panjang masa kesedihan Rasulullah ini. Aamul huzni berarti tahun kesedihan. Jikalau masa ini hanya sebentar mungkin ahli sejarah akan menyebutnya sebagai yaumul huzni (hari kesedihan) atau syahrul huzni (bulan kesedihan) misalnya. Tetapi tidak, mereka menyebutnya sebagi aamul huzni karena begitu lama dan dahsyatnya kesedihan yang meliputi Rasulullah saw saat itu. Padahal ia – Rasulullah saw – sekali lagi adalah manusia paling bertaqwa, paling bertawakal kepada Allah swt.

Lalu apa kiranya pelipur lara yang mampu menepis kesedihan yang dahsyat ini?

Rihlah, barangkali itulah jawabannya. Tapi bukan sembarang rihlah. Ia haruslah rihlah yang amat istimewa, yang sangat ajaib, menakjubkan dan penuh hikmah. Rihlah ini kini kita sering sebut dengan Isra’- Mi’raj. Sebuah perjalanan ajaib dengan kendaraan ajaib (buraq) bersama pendamping terbaik (Jibril as). Sebuah perjalan yang mempertemukan Rasulullah dengan para pendahulu-pendahulunya yang juga pernah mengalami penderitaan serupa dalam mendakwahkan Islam. Sebuah perjalanan yang membawa Rasulullah terbang jauh, tinggi, meninggalkan segala permasalahan yang meresahkan hatinya. Tinggi sekali hingga ia bertemu dengan Zat yang paling ia cintai, Allah swt.

Sebuah rihlah yang luar biasa, pelipur lara yang sempurna untuk kesedihan yang teramat dahsyat.

***

Jadi wajar bagi kita untuk bersedih. Saat kita merasa begitu banyak cobaan yang mendera, begitu sulit dan rumit masalah yang harus diselesaikan.

Wajar kalau kadang kita ingin berlari, terbang jauh dari semua masalah itu.

Wajar saja, asal jangan keliru menyikapinya.

Allah telah menurunkan rihlah untuk kita saat memperjalankan Rasululah dalam rihlah yang ajaib itu. Rihlah itu bernama sholat. Sebuah momen dimana kita bisa terbang, jauh tinggi, mengadu pada-Nya. Hanya pada-Nya.

“Arihna bissholat..” Demikianlah yang sering Rasulullah ucapkan kepada Bilal saat memintanya untuk adzan. Kalimat itu bermakna, “ Istirahatkan kami dengan sholat…”

Entry filed under: Sekarang. Tags: , .

Tentang budak Mari Berdoa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

April 2008
M T W T F S S
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: