Surga dan Neraka

September 7, 2008 at 5:03 am 2 comments

Ada sebuah hadist yang sangat menarik riwayat Imam Bukhari, terjemahnya:

” Nabi saw. bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Surga ditutupi (dihijab) dengan hal-hal yang dibenci, dan neraka ditutupi dengan syahwat-syahwat.”

Saya mendengar hadist ini pertama kali saat kajian Ustadz Mu’in di NH bertahun-tahun yang lalu, kira-kira waktu awal-awal Ustadz Mu’in kembali ke Indonesia. Dalam kajiannya beliau menyampaikan bahwa setelah surga dan neraka diciptakan Allah memanggil para malaikat untuk melihat kedua ciptaan Allah tersebut. Kemudian mereka ditanya pendapatnya tentang keduanya.

Sontak para malaikat menjawab, ” Sungguh Ya Allah, tidaklah hamba-Mu mendengar disebut nama surga kecuali mereka akan berharap dimasukkan ke dalamnya, dan tidaklah hambamu mendengar disebut nama neraka kecuali mereka akan berlindung darinya.”

Kemudian Allah menutupi surga dengan hal-hal yang dibenci manusia dan menutupi neraka dengan syahwat yang disukai manusia. Maka setelah itu para malaikat menjadi khawatir neraka akan lebih dipilih oleh manusia ketimbang surga.

Jadi Akhi wa Ukhti fillah, kalau berjuang dalam dakwah terus kok rasanya justru dapet banyak kesulitan, nilai pada turun, duit semakin berkurang, maka bersyukurlah karena itu tandanya antum/antunna berada di jalan yang benar, insyaAllah.

Kebalikannya, jika antum pacaran misalnya (walaupun dengan label islami atau dalil hasil cari-cari di referensi orang-orang JIL) terus kok nilai malah naik, hidup terasa lebih berwarna, rejeki lancar, maka hati-hatilah bisa jadi antum telah mendapat istidraj dariAllah swt, artinya Allah menyesatkan antum karena kesesatan yang terus-terusan antum lakukan dan tidak lagi peduli untuk memberi petunjuk kepada antum. Seperti Fir’aun itu lho, dia itu kan ngerasa jadi Tuhan karena dikaruniai kesehatan yang luar biasa oleh Allah swt, kata Ustadz bahkan pilek aja Fir’aun itu nggak pernah.

Ingatlah bahwa surga itu nikmat yang luar biasa, maka perjuangan mencapainya tentu harus sepadan pula. Sedang untuk masuk neraka gampang saja, ikuti saja semua syahwat kita, insyaAllah langsung diterima gak pake syarat macem-macem. Bukankah kita pernah mendengar riwayat tentang betapa laparnya neraka akan orang-orang yang doyan maksiat? Terus pengin nambah dan nambah sampe-sampe Allah sendiri harus menginjak neraka itu agar diem gak rewel minta tambahan mangsa.

Jadi tetaplah bermandikan keringat kebaikan, bersimbah darah perjuangan, berlumuran tinta pena kebenaran, karena tetes peluh, aliran darah dan goresan pena kita itulah yang akan menjadi saksi sekaligus modal kita meraih ridha dan Jannah-Nya kelak insyaAllah.

Entry filed under: Sekarang. Tags: , , , , , .

Pekan Buku Jakarta Bukan siapa yang bicara…

2 Comments Add your own

  • 1. agus cuprit  |  September 9, 2008 at 4:13 am

    bro, selamat berpuasa…kapan nikah?

    Reply
  • 2. Sonia Atika  |  September 13, 2008 at 4:31 pm

    satu statement yang membuat saya tertarik. saat antum mencontohkan kenikmatan2 yang dialami orang yang pacaran. dan benar, Allah membuai mereka, memberi keindahan-keindahan duniawi yang merupakan salah satu contoh syahwat yang disukai manusia untuk mengemas neraka.
    tulisan-tulisan antum saya harap dibaca oleh mereka. mereka yang lebih memilih menikmati dunia, dan melepas surga….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

September 2008
M T W T F S S
« Jul   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: