Cantik dan tampan itu perlu…

November 8, 2008 at 3:08 pm 13 comments

Ketika memutuskan akan menikah, jangan pernah mengabaikan faktor ketertarikan fisik kepada si calon.

Benar, kita menikah hanya karena Allah, tapi itu bukan berarti kita tidak boleh berharap memiliki istri cantik atau suami tampan.

Mau sedikit cek dalil? Perhatikan hadits berikut:

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya”
(HR. Bukhori-Muslim)

Antum perhatikan yang saya garis bawahi di atas. Sekarang ini di dunia kita, aurat terpampang di mana-mana. Mode pakaian semakin ke sini semakin irit bahan. Barangkali akibat pemanasan global, manusia merasa perlu menggunakan pakaian yang melancarkan aliran udara biar nggak kepanasan, padahal jelas tidak sopan!

Lha kalo istri kita tidak menarik/cantik di mata kita, bagaimana ia akan menjadikan kita mampu menundukkan pandangan? Lha wong yang sliwar-sliwer di jalan itu berdandan habis-habisan plus permak make up dari setan pula.

Maka dari itu, cantik/tampan itu perlu untuk merealisasikan salah satu tujuan pernikahan: menundukkan pandangan. Menjaga bentuk tubuh biar gak gembrot juga perlu, agar pasangan suami istri mampu menjaga kemaluan, tak tergoda untuk berzina. Karena telah merasa cukup dengan pasangan yang ia miliki secara halal.

Hadits berikut juga mendukung opini saya di atas,

“Jika salah seorang kalian melihat wanita lalu tertarik kepadanya, maka hendaklah dia mendatangi isterinya, kerana yang demikian itu boleh menolak apa yang bergejolak di dalam dirinya” (HR. Imam Muslim)

Untuk bisa menahan gejolak godaan dari luar, istri harus terlihat cantik di mata suami dong!

Bagaimanapun juga aktivis dakwah adalah manusia, maka mereka perlu memenuhi kebutuhan manusiawi mereka. Sahabat Rasulullah sekalipun juga demikian. Antum hafal kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid bin Haritsah bukan?

Zainab yang cantik dan berasal dari keluarga terpandang menerima pinangan Zaid semata-mata karena itu adalah saran dari Rasulullah (Zaid adalah anak angkat Rasulullah), sementara dalam hatinya sesungguhnya ia tidak merasa sreg menikah dengan mantan budak yang hitam dan keriting seperti Zaid.

Ujung-ujungnya Zainab tidak mampu menjalankan kewajibannya sebagai istri yang baik kepada Zaid hingga akhirnya Zaid yang tersiksa batin memilih menceraikannya. Masalah kesalehan, Zaid memang tidak diragukan, tapi fitrah manusiawi juga tak bisa diabaikan begitu saja.

Pada akhirnya, Zainab menikah dengan Rasulullah saw yang lebih sepadan secara fisik dan status sosial kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu istri nabi yang paling dermawan dan paling dulu menyusul kepergian Rasulullah saw menjumpai Allah swt. Selepas bercerai, Zaid pun menikah dengan istri yang lebih sekufu, kemudian melahirkan Usamah bin Zaid, sang panglima perang termuda dalam sejarah islam.

‘Ala kulli hall, cantik itu relatif bagi tiap orang. Kalo nyari yang paling cantik sedunia, kemungkinan ditolaknya besar lha wong antum wajahnya biasa-biasa aja. Tapi carilah yang sekufu, yang penting cantik aja dalam standar antum dan kayaknya sepadan bersanding sama antum. Nggak pengin juga kan nanti pas jalan bareng istri dikira supir atau tukang kebunnya. Atau malah yang lebih parah, dikira bapaknya?!

Entry filed under: Sekarang. Tags: , , , , .

Tenggelam dalam keringat Jika harus memilih…

13 Comments Add your own

  • 1. Fernandez  |  November 15, 2008 at 11:46 am

    setuju mas yud….

    Reply
  • 2. Sonia Atika  |  November 18, 2008 at 6:37 am

    mmm… saya cuman penasaran,, parameter cantik itu apa sih?

    Reply
    • 3. Yudhy Herlambang  |  November 18, 2008 at 8:00 am

      Parameter cantik bisa beda-beda Ukh bagi setiap orang, begitu juga tampan. Hmm…menarik juga untuk dibikin tulisan sebagai sequel dari yang ini…

      Reply
  • 4. mary  |  November 28, 2008 at 1:01 pm

    Assalamu’alaikum
    Ana tertarik mengunjungi wordpress antum, especially artikel tentang ini…
    cantik adalah relatif. kata Ust. Fauszil ‘Adhim cantik kecantikan wajah boleh jadi penting tetapi jauh kebih penting adalah kesejukan wajah…baca di buku Disebabkan oleh cinta…

    Reply
    • 5. sekjend KAMMI komisariat bjm  |  January 25, 2010 at 12:33 pm

      mantaaaaaaaaaaaaaaaaap
      bagaimanapun juga………………… semua akan indah pada saat nya!!

      Reply
  • 6. bogie satrio  |  December 17, 2008 at 11:53 am

    Mas Ganteng …, boleh kok sampean nyari istri yg cantik. Asal direstui ama murobbi ajah. Udah dapet mas ganteng ???

    Reply
    • 7. Yudhy Herlambang  |  December 18, 2008 at 1:52 pm

      He..he..blm mengajukan ustadz, takut ditolak, he..he..

      Reply
  • 8. meliamuntafi  |  January 13, 2009 at 2:55 am

    Bismillah… Hmm… Sah2 saja keinginan spt itu, bhkan rosul pnah menyuruh nadzor dl pd wanita anshor agar tdk kecewa nantinya, krn wanita anshor mrmiliki mata yg “berbeda”.
    Tp Kalau menurut ana, lebih tepatnya… “Kalau ingin mendapat Fatimah, maka jadilah seperti Ali, dan jk ingin mendapatkan seorang Ali, maka jadilah Fatimah”… Gt kali ya akh yud?? Wallohu ta’ala a’lam…

    Reply
    • 9. Yudhy Herlambang  |  January 14, 2009 at 1:51 pm

      Lha ya memang begitu, karena pada dasarnya calon istri/suami kita tidak akan jauh-jauh kualitasnya dari diri kita sendiri…

      Reply
  • 10. Sonia Atika  |  January 20, 2009 at 1:10 pm

    ‘takut ditolak’? belum nyoba.. kok udah tau kalo bakalan ditolak? ;-D

    Reply
  • 11. Donz Juan  |  January 22, 2009 at 4:06 pm

    Takut amat kl ditolak. Ikhwan lagi. Kl ditolak nyari yg laen lg napa. Cantik itu yang amat relatif, t’gantung penilaian @orang. Ukuran saya dg yg lain itu, saya yakin beda

    Reply
  • 12. wulida rochman bin suyono  |  February 7, 2009 at 11:22 am

    Beugh! kok semakin menantang ya postingannya? tapi bingung..terus terang mau komentar apa.Btw, kalo masalah nyari2 istri/suami, boleh juga tuh..nyari yang sekufu kan intinya?

    Btw, saya pribadi pernah berfikir, bahwa kecantikan fisik bukan segalanya. Salah satu bukti adalah, dulu saya pernah memiliki teman sekelas, dan saya akui bahwa dia lumayan, gak terlalu cantik sih tapi kalo teman2 lain bilang – kembang kampus gitu. Hingga akhirnya, ketika sudah agak lama kami berteman, ternyata kata-kata yang ia ucapkan ketika kami berdiskusi seringkali menimbulkan rasa sakit hati saya, hingga saya kurangi frekuensi pembicaraan saya dengan dia.

    Akhirnya, mulai dari situ saya mulai paham, bahwa tidak selamanya kecantikan fisik akan membuat saya tertarik. Yah, semoga nanti kalo dapet istri dapet yang cantik baik hati maupun fisik dah, hehe. Ada lagi : yang selalu memotivasi suaminya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Mungkin bisa dijadikan sebagai requirement tambahan pas ngasih proposal nanti :-)) . Amin.

    Reply
  • 13. sekjend KAMMI komisariat bjm  |  January 25, 2010 at 12:37 pm

    saya hanya yakin saya akan dapat yang terbaik karena option nya lebih banyak……………….kan akahwat lebih banyak ketimbang ikhwan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

November 2008
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: