Qurban untuk cinta…

November 26, 2008 at 8:01 am 2 comments

Hakikat pengorbanan adalah merelakan sesuatu yang kita cintai untuk sesuatu yang jauh lebih kita cintai.

Ini memang bukan pernyataan para ulama, alias karangan saya sendiri, tapi saya tidak yakin antum punya alasan untuk membantahnya. Dasar saya sangat jelas. Mari kita tengok beberapa fakta sejarah untuk membuktikannya.

Kisah Habil dan Qabil

Saat mereka berebut calon istri, sang Ayah memberi solusi dalam bentuk pengorbanan. Siapa yang mampu mempersembahkan kurban yang diterima Allah swt akan mendapatkan sang gadis pujaan. Lalu Qabil marah dan membunuh Habil karena kurban busuknya ditolak Allah swt. Allah lebih menyukai unta gemuk yang dikorbankan Habil. Berikut bagaimana Al Qur’an menggambarkan kisah tersebut:

Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil)
menurut yang sebenarnya, ketika keduanya
mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka
berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang
lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil:
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban)
dari orang-orang yang bertakwa

(Al Quran surat Al Maidah (5) ayat 27)

Sebenarnya bukan unta gemuk atau gandum busuk yang jadi masalah dalam persitiwa pengorbanan kedua anak Nabi Adam tersebut, tapi keikhlasan untuk memberikan yang terbaik dan kepatuhan pada perintah Allah-lah yang jadi ukuran. Buktinya ayat Al Qur’an yang lain berbunyi,

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai
(keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah
yang dapat mencapainya

(Al Quran  surat Al Hajj (22) ayat 37)

Kontes yang digelar Nabi Adam as waktu itu sesungguhnya bukan kontes antar “barang persembahan”, gandum atau unta, bukan itu. Tapi ia adalah kontes ketaqwaan antara kedua manusia. Siapa kiranya yang lebih mencintai Allah saja.

Akan halnya Habil, ia merelakan hewan ternak terbaiknya, salah satu harta yang ia cintai, untuk dikurbankan pada Allah, dzat yang jauh lebih ia cintai. Sedang Qabil hanya berkonsentrasi untuk dengan mudah mendapatkan si cantik yang telah lama diidamkan. Sejak awal, Qabil tidak memahami makna pengorbanan yang ia lakukan.

Bilal dan batu besar

Herankah antum pada kegigihan Bilal untuk bersikukuh pada pendiriannya menolak penyembahan berhala saat seluruh tubuhnya melepuh diatas pasir yang menyengat? Saat sebuah batu besar ditindihkan pada  jasadnya yang semakin hangus menghitam?

Tidak, jika kita memahami makna berkurban.

Dengarlah apa yang Bilal bisikkan kala itu, ” ahad.. ahad.. ahad..” Satu-satunya kata yang ia ketahui merepresentasikan Tuhannya Yang Maha Esa kala itu. Cintanya pada Tuhannya jauh melampui kecintaannya pada tubuh dan jiwanya sendiri. Bilal telah berkurban dengan satu-satunya hal yang ia miliki secara defacto (karena secara deyure seorang budak bahkan dianggap tidak memilki tubuh dan jiwanya sendiri).

Abu Bakar dan seluruh hartanya

Sekali lagi Umar kalah bersaing dari Abu Bakar dalam mencintai-Nya. Separuh harta yang ia serahkan sebagai biaya jihad pada Rasululah tiba-tiba seakan tak berarti kala Abu Bakar berkata mantap, ” Kuserahkan seluruh hartaku dalam jihad ini ya Rasulullah.”

Harta yang sedemikian sulit ia cari dengan membanting tulang memeras keringat, harta yang menjadi sandaran hidup istri dan anaknya, tidak lagi bernilai bagi Abu Bakar dibanding apa yang sedang ia kejar saat itu. Cinta Allah swt.

Ribuan Kisah lainnya

Sumayyah berkorban dengan jiwa raganya, rela dibantai dengan keji, karena mencintai Allah di atas segalanya. Seorang pemuda dalam kisah Ashabul Uhdud (ingat, “uhdud” bukan “udud”), rela dieksekusi di depan umum untuk menegakkan kalimat Allah. Nyawa ditukar dakwah. Karena memang dakwahlah yang lebih berarti baginya.

Nabi Ayyub yang tak pernah mengeluh saat virus penyakit kulit menggerogoti tubuhnya,  Nabi Yusuf yang lebih memilih dipenjara, Rasulullah saw yang menolak tawaran menggiurkan Quraisy dan justru memilih diusir dan disiksa demi terus berdakwah. Semuanya adalah bentuk-bentuk pengorbanan agung. Melepas apa yang dicintai untuk sesuatu yang lebih mereka cintai.

Demikian pula ketika Nabi Ibrahim harus menyembelih putra kebanggaannya. Kalau Allah tidak lebih beliau cintai, tak akan sanggup beliau menempelkan pisau itu di leher sang anak yang lama ia idamkan.

Bagaimana dengan kita?

Sudahkan kita mencintai surga di atas semua perhiasan dunia? Sudahkah kita menempatkan cinta Allah dan cinta Rasul di atas cinta lainnya. Sudahkah kita memprioritaskan dakwah di atas setiap aktivitas kehidupan? Semua pertanyaan di atas perlu dijawab dengan bukti amal perbuatan, bukan retorika.

Maka dengarkanlah firman Allah berikut ini,

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka”.

(QS. At-Taubat : 111)

Maha Suci Alah yang menguasai segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun”.

(QS. Al-Mulk : 1-2)

Maka manakah yang lebih kau cintai wahai manusia? Dunia atau Pencipta dunia?

Entry filed under: Sekarang. Tags: , , , , , , , .

Jika harus memilih… Kematianku

2 Comments Add your own

  • 1. arif  |  May 22, 2009 at 1:44 pm

    ..tiada tuntutan yg berharga tanpa petunjuk dari sang haliq yang selalu setia menyintai umat nya …dan tiada daya upaya kita untuk bisa melakukan sebuah tindakan tanpa seijin nya maha besar Allah dengan segalah firmanya ….

    Reply
  • 2. hamba allah  |  May 24, 2009 at 9:45 pm

    subhanalloh.,.,.,.,.,.,.

    semoga kita termasuk orang2 /calon penghuni surga

    amin

    salam kenal

    syukron

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

November 2008
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: