Fitrah Bosan

October 8, 2009 at 2:24 pm Leave a comment

Masih dalam edisi mengenang SKI…

Fitrah bosan

Bosan adalah fitrah. Ini sih kesimpulan saya sendiri. Masih menurut saya , Allah itu tahu kalau kita gampang bosan. Makanya Allah memerintahkan kita untuk menyembah-Nya dengan cara yang bermacam-macam. Supaya kita tidak mudah bosan.

Ada yang sifatnya amalan batin seperti zikir, tawakal, ikhlas. Ada yang sifatnya amalan badan seperti haji, sholat, jihad. Pun ada amalan dengan harta semacam infaq, zakat (kalo shodaqoh bukan termasuk amalan harta, soalnya ia tak selalu dalam wujud harta, contohnya senyum, shodaqoh juga kan?!).

Rasulullah dalam mengajarkan bacaan sholat misalnya, juga tidak dengan satu macam redaksi saja. Kalo kita baca buku ” Sifat Sholat Nabi “nya Syaikh Albani kita pasti akan tahu kalau versi bacaan sujud itu saja bisa mencapai lebih dari tiga macam.

Demikian juga untuk bacaan yang lain. Bahkan taawudz saja ada dua macem, ada yang seperti biasa antum baca dan ada yang seperti yang saya biasa baca, yang ditambah “…sami’il aliimi…”.Supaya kita tidak gampang bosan.

Qur’an yang 30 juz itu juga didesign membuat kita tidak bosan membacanya ketika sholat. Kalau kita jadi bosan itu mungkin gara-gara kitanya yang nggak banyak ngapal qur’an. Lha kalo yang dibaca cuma yang itu-itu aja (surat andalan: Qulhu, An Naas, Al Falaq) ya bakal bosen.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah betapa sesuatu yang rutin dilakukan dengan cara yang sama memang bisa berpotensi menimbulkan kebosanan pada diri manusia, bahkan untuk kegiatan yang ia tahu benar bermanfaat untuknya.

Maka variasi itu penting. Refresh itu penting. Jangan disepelekan. Rasulullah pernah bersabda, ” Jadiddu imanakum!”, perbaharuilah imanmu!

Tuh, bahkan iman pun harus direfresh!

Ini perlu saya sampaikan karena barangkali (barangkali lho…) para aktivis muda SKI yang sekarang lagi berkibar-kibar semangatnya ini, yang tiap harinya akan dipenuhi agenda dakwah dan syuro’ ini, lama kelamaan akan mengalami kebosanan pula yang berujung kefuturan (naudzubillahi min dzalik…) atau hengkangnya ia dari medan dakwah.

Kisah semacam ini sudah banyak terjadi.

Makanya refresh terus pola dakwah antum. Konsisten terhadap misi itu harus! Tapi tidak selalu harus dengan gaya dan cara yang sama.

Kalau syuro’ di sekre SKI sudah tidak menarik lagi, mungkin bisa dipertimbangkan untuk syuro di kantin, di lembah teknik, di kost akhwat, atau tempat manapun yang dirasa aman, syar’i dan tdk menimbulkan fitnah (syuro’ di kuburan jelas bukan alternatif yang baik berdasar ini, he..he..).

Atau juga tidak harus tempatnya yang diubah tapi suasananya, urutan acaranya, dan lain-lain. Kalau harus ganti ketua SKI tiap minggu demi alasan refresh, ini jelas mengada-ada. Kalau yang tausiyah, atau yang tilawah digilir sepertinya layak dicoba.

Pun demikian juga dengan metode dakwah kita pada obyek dakwah. Bisa jadi mereka sudah mulai bosan dengan model kajian yang begitu-begitu saja. Mungkin mereka sudah jenuh melihat pamflet-pamflet kita yang desainnya nggak kunjung berkembang. Atau bahkan bisa jadi mereka bosan karena yang ngajakin mereka kita terus dan tidak ada perhatian pengurus yang lain kepada mereka. Saatnya perbaharui itu semua. Sekarang? Iya sekarang, sebelum semua terlanjur bosan!

Entry filed under: Tulisan Lama. Tags: , , , , , .

Sudahkah kita pantas? Istri saya itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

October 2009
M T W T F S S
« May   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: