Istri saya itu

October 8, 2009 at 3:56 pm 5 comments

Hari ini ia pasti  sedang sibuk.

Sebagaimana hari ini, hari-harinya yang  kemarin juga selalu penuh dengan kesibukan.

Kebanyakannya karena saya. Karena  baju saya yang lecek, celana saya yang kotor, bekal makanan saya yang belum matang,  lantai yang saya tumpahi dengan air teh, Qur’an saya yang  ketinggalan, susahnya saya dibangunkan untuk mandi, dsb.

Hampir segala kesibukannya itu diakibatkan oleh hadirnya saya dalam hidupnya.

Sejak kapan? Sejak kami menikah.

Iya, tepat sejak dua bulan lalu. Sejak untuk pertama kalinya saya mengucap kalimat “qabul” sebagai penghalal hubungan kami berdua. Yang mengukuhkan diri saya sebagai suami untuknya.

***

Menjadi suami seharusnya menjadikan saya pelindung yang kuat baginya. Penghapus air matanya. Pemenuh kebutuhannya. Penghibur laranya…

Tapi alangkah sabarnya ia menghadapi diri saya yang masih jauh dari itu semua. Begitu pemaafnya ia atas harapan dan cita yang belum sanggup saya wujudkan  dengan sepenuh tenaga. Begitu pengertiannya ia akan kelemahan-kelemahan suaminya yang maunya menang sendiri itu.

Maka ia tak pernah lelah tersenyum, tak pernah berhenti untuk sibuk, menekuni pengabdiannya pada Allah dengan melayani sang suami sepenuh jiwa dan raga.

Tak peduli jika suaminya akan membuatnya menangis lagi. Tak peduli begitu lemahnya ingatan sang suami untuk mencatat kebaikan-kebaikan yang telah ia lakukan.

Dia tetap sibuk.

Seperti juga hari ini dan hari-hari sebelum ini.

***

Istriku,

engkaulah tulang rusuk yang ditakdirkan menguatkan dadaku

Entry filed under: My Diary, Sekarang. Tags: , , , , , , .

Fitrah Bosan Namanya Bairuha’

5 Comments Add your own

  • 1. iphoer  |  October 12, 2009 at 1:20 pm

    hore, yang pertama comment!

    saran: barangkali tulisan ini secara lahir mengungakapkan cinta antum kepada istri antum, tapi mungkin ada buruknya sedikit, bisa jadi secara bawah sadar, ini keinginan otak untuk memaklumi diri sendiri …,
    weitz…, gak perlu protes bro, cuma kemungkinan saja kok :p

    Reply
    • 2. Yudhy Herlambang  |  October 13, 2009 at 11:13 am

      He..he.. Nggak protes kok…

      Tulisan ini saya cetak dalam selembar kertas, saya masukkan ke amplop tertutup yg saya buat sendiri, lalu saya letakkan di atas bantal tempat tidur kami pada subuh hari tepat 2 bulan pernikahan kami.

      Istri saya yang sibuk itu tak cuma tersenyum…
      Dan itu sudah cukup.

      Reply
  • 3. wahyu sabekti  |  October 25, 2009 at 1:07 pm

    Bersyukur banget ya klo jadi istri antum, punya suami yang romantis…bnran saya juga mau hi3x. Jazakalloh suamiku

    Reply
    • 4. mus  |  October 31, 2009 at 9:58 pm

      hemm… gimana Poer… ngiri gak?

      Reply
  • 5. betty hera  |  December 2, 2009 at 10:07 pm

    ehm..ehmm, wahyu

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

October 2009
M T W T F S S
« May   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: