Menutup Pintu Kekerasan

November 24, 2009 at 10:04 am Leave a comment

Salah satu tulisan yang saya buat dua tahun yang lalu, terakhir di edit tanggal 30 April 2007, sepertinya masih relevan untuk hari ini.^_^

***

Dialah Qabil…

Entah apa yang ada dalam pikiran Qabil saat ia memutuskan untuk membunuh Habil, saudara kandungnya. Semuanya gara-gara satu masalah sepele, ayahnya hendak menikahkan Habil dengan gadis yang lebih cantik dari yang akan dinikahkan dengannya. Seorang gadis yang telah lama ia idamkan untuk menjadi istrinya.

Dengki menjadikannya lupa diri, ia bunuh Habil. Tidak peduli, bahwa ini akan mencoreng nama ayahnya – Nabi Adam as – yang begitu mulia. Tidak peduli, bahwa ini berarti pembangkangan terhadap keputusan Allah yang lebih memilih persembahan Habil ketimbang persembahan busuknya.

Qabil telah gelap mata! Maka ia terabadikan dalam Al Qur’an sebagai pioner pelaku kejahatan terhadap manusia (QS Al Ma’idah: 27-31). Ialah pencetus pembunuhan terhadap manusia untuk pertama kali.

Ceritakanlah kepada mereka kisah tentang dua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya , ketika keduanya mempersembahkan korban , maka di terima dari salah seorang dari mereka berdua (habil) dan tidak di terima dari yang lain (Qabil) . Ia berkata (Qabil): “Aku pasti akan membunuhmu!”. Berkata Habil: “Seungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.“Sungguh kalau kamu menggerakan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan mengerakan tanganku untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam”. “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zhalim.”Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah dia diantara orang-orang yang merugi.Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak mengali-gali dibumi untuk memperlihatka kepada (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagk ini, lalu aku dapat menguburkan mayat suaraku ini ?” karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang yang menyesal.

(QS.Al-Maidah:27-31)

Mereka yang mencontoh Qabil

Kini kita melihat penerus Qabil ada di mana-mana. Di koran yang kita baca, dalam tayangan televisi yang kita tonton, radio yang kita dengar, hampir tidak pernah sepi dari berita tentang kekerasan. Pembunuhan, penganiayaan, dan penyiksaan mewabah di masyarakat.

Tayangan model SERGAP, BUSER, dan PATROLI seakan tidak pernah kekurangan berita. Selalu ada tersangka yang bisa dieksploitasi tiap harinya. Itu yang tertangkap, yang disiarkan media. Kenyataannya, kejadian semacam ini yang tidak terliput media jauh lebih banyak lagi, dengan modus operandi yang lebih rapi, lebih hati-hati, sehingga sulit diajukan ke meja hijau.

Beberapa waktu yang lalu kasus IPDN sempat booming. Setelah bertahun-tahun dianggap aman dari kekerasan (sejak kasus sebelumnya), tiba-tiba seorang Praja ditemukan tewas di tangan kakak kelasnya. Dihajar rame-rame. Maka semua pihak seolah tidak mau ketinggalan mengecam kejadian itu, dengan berbagai motif. Ada yang benar-benar peduli, ada yang hanya ingin cari selamat agar tidak dianggap terlibat.

Sayangnya, kecaman itu harus menunggu sampai jatuh korban. Padahal penyiksaan telah berjalan bertahun-tahun, tapi semua diam. Ketakutan. Baru ketika media memblow up isu ini, semua membebek berkomentar.

Tidak lama berselang, dunia geger. Terjadi pembantaian massal di kampus Virginia Tech oleh seorang keturunan Korea berkewarganegaraan Amerika. Kejadiannya mirip film-film action di televisi.

Sang pembunuh, mengenakan rompi layaknya tokoh-tokoh film action menembaki setiap orang yang ditemuinya dengan dua pistol yang digenggamnya. 22 orang tewas dalam sekejap, si pembunuh sendiri ikut mati, bunuh diri.

Tampaknya orang ini benar-benar gila, karena di hari yang sama dengan waktu menjalankan aksinya, ia terlebih dahulu mengirim pose-pose dirinya memegang berbagai jenis senjata ke sebuah kantor pemberitaan. Lengkap dengan pidato sumpah serapah yang lebih didominasi makian, kata-kata kasar dan cabul. Narsis!

Jauh sebelum dua berita terheboh di atas direlease, seluruh media informasi di tanah air telah dipenuhi aksi-aksi kekerasan yang justru dilakukan oleh para polisi, profil manusia yang seharusnya menjadi simbol ketertiban dan kemanan di masyarakat.

Cukup memalukan memang, karena motif-motifnya tidak jauh beda dengan motif orang kebanyakan. Rebutan cewek, dendam pada selingkuhan istri, dan sejenisnya. Polisi juga manusia? Benar juga sih…

Jangan salahkan Setan (saja)!

Apa yang telah mendorong mereka melakukan semua perbuatan bodoh itu? Qabil pasti tidak melakukan pembunuhan itu untuk mendapat gelar sebagai pembunuh pertama di dunia!

Oknum Praja yang menghabisi adik kelasnya itu juga tidak bangga dengan apa yang telah mereka lakukan, terbukti mereka selalu menutupi wajahnya ketika diliput media.

Bahkan Cho Seung-Hui, pelaku penembakan di Virginia Tech yang narsis itu juga tidak begitu bangga dengan apa yang telah ia lakukan. Kalau bangga, ia tidak perlu bunuh diri dong?!

Setankah yang menyuruh mereka? Mungkin, tapi Al Qur’an tidak menyebut setan sebagai biang keladi peristiwa pembunuhan Habil. Lihat ayat 30 Surat Al Ma’idah, di situ disebutkan yang mendorong Qabil membunuh saudaranya sendiri adalah hawa nafsunya! Hawa nafsu yang ada dalam dirinya sendiri!

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.

(QS.Al-Maidah:30)

Ini bukan berarti setan tidak punya andil sama sekali dalam peristiwa ini. Bisa jadi setan juga yang pertama kali membisiki Qabil untuk berbuat jahat, tapi bukan setan yang menjadikannya tega membunuh, melainkan hawa nafsunya sendiri. Hal serupa itulah yang juga terjadi pada pengikut jejak Qabil di atas.

Biar antum paham, akan saya jelaskan cara kerja setan dalam menggoda manusia. Ini bukan pendapat saya sendiri lho, tapi kata ulama’. Setan tidak ingin manusia tergoda dengan satu macam maksiat, makanya setan menggoda manusia dengan berbagai jenis maksiat, tapi tidak terus-terusan. Cukup satu-dua bisikan. Selanjutnya hawa nafsunya yang bekerja, mendorong-dorong untuk mengerjakan bisikan itu.

Kalau jiwanya sanggup melawan, ia tidak akan melakukan dosa itu. Tapi kalau jiwanya kalah, ia akan terjerumus pada dosa itu dan terus mengulanginya. Lagi, dan lagi! Sehingga setan tinggal santai-santai melihat sang korban mengerjakan dosa itu secara mandiri.

Hikmahnya, jangan buru-buru menimpakan semua kesalahan pada setan untuk semua kemaksiatan yang kita lakukan, seolah kita tidak punya andil sama sekali dalam kesalahan itu.

Instropeksi! Bisa jadi itu adalah keinginan hawa nafsu kita sendiri yang terlalu kita umbar, yang kebetulan dideteksi oleh setan dan dibesar-besarkan (bahasa jawanya: diobor-obori).

Kitalah yang punya kontribusi terbesar untuk semua kemaksiatan yang kita lakukan, bukan setan! Jadi, banyak-banyaklah bertaawudz, tapi juga jangan lupakan pengendalian nafsu sendiri. Kalau bertaawudz tapi pikirannya selalu membayangkan yang tidak-tidak, selalu nyerempet-nyerempet yang dilarang agama, ya nggak bakalan ngefek taawudznya!

Ingat kata Malaikat

Berbicara tentang kasus-kasus kekerasan yang telah dilakukan manusia, saya jadi teringat protes malaikat kepada Allah saat manusia pertama kali diciptakan.

Kata mereka, ” Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah …” Tuh, bahkan malaikat aja nggak percaya ama kita! Bahkan malaikat pun menuduh kita sebagai biangnya kekerasan, jagonya menumpahkan darah?! (lihat Q.S. Al Baqoroh: 30).

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ” Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi “. Mereka berkata:” Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? “Tuhan berfirman:” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui “

Q.S. Al Baqoroh: 30

Tuduhan yang tidak sepenuhnya salah memang, wong kita sudah lihat buktinya. Tapi apakah memang cuma itu potensi kita sebagai manusia? Tidak, manusia bukan semata-mata sebagaimana yang dituduhkan para malaikat itu. Allah berfirman di ayat yang sama, ” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Allah mengilhamkan dua kecenderungan dalam diri manusia: fujur dan taqwa, sebagai kelebihan bagi manusia dibanding makhluq lainnya. Agar mereka memilih dengan hatinya mana yang lebih selamat buat mereka dan menjadikannya mulia di mata Rabbnya.

Allah memberikan dua kecenderungan itu untuk menilai perjuangan manusia dalam melawan hawa nafsunya. Untuk berjihad mengendalikan dirinya, sehingga mereka menemui-Nya sebagai syuhada’. Ya, ulama telah sepakat bahwa melawan hawa nafsu termasuk sebagian dari jihad, meski jihad yang paling utama tetaplah jihad dengan senjata melawan musuh-musuh Islam.

Ambillah kuncinya!

Maka inilah kunci untuk menutup pintu kekerasan di masyarakat kita: pengendalian hawa nafsu! Kalau kita sudah mampu mengendalikan nafsu dengan baik, setan bisa apa?! Gak bakalan mempan godaannya!

Maka benarlah kata Hasan Al Banna, perbaikan negara dan penegakan khilafah Islamiyah tidak akan bisa tercapai tanpa perbaikan diri/ individu (islahun nafs) terlebih dahulu. Walau peraturan dibuat seketat mungkin, kalau masyarakatnya bermoral bobrok, tetap saja akan selalu terjadi kekerasan di masyarakat.

Sebaliknya, jika setiap individu telah mampu mengendalikan nafsunya dengan baik, maka aturan tidak begitu dibutuhkan. Seperti umat Islam di bawah pemerintahan Abu Bakar As Shidiq, damai saja, sehingga Umar memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Qadhi (hakim negara) karena tidak ada satupun kasus yang diajukan padanya.

Wallahu a’lam.

Entry filed under: Tulisan Lama. Tags: , , , , , .

Namanya Bairuha’ Dia dan cemburunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

November 2009
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: