Menikmati Hidup

January 15, 2010 at 11:35 am Leave a comment

Hidup, sejatinya adalah seni bagaimana menikmati.

Menikmati apa?

Segala sesuatu.

Karena kebahagiaan tak boleh tertunda oleh batasan-batasan duniawi. Tak perlu terbelenggu oleh ukuran-ukuran materi, kepemilikan ataupun pencapaian.

Kalau kita telah menjadi ahli dalam seni menikmati, setiap detik dalam hidup hanya akan bernilai bahagia.

Tidak percaya?

Bolehlah kita tengok tetangga-tetangga kita yang rumputnya nampak lebih hijau itu untuk sedikit pembuktian.

Sebut saja misalnya Pak Tajir (tokoh rekaan). Ia dilimpahi kekayaan tiada tara. Rumah megah, mobil mewah, pakaian yang aneka rupa, hidangan yang lezat dan memanja lidah.

Namun sayang tidak mampu menikmati semua pencapaiannya itu.

Rumahnya memang megah, ber-AC pula,  tapi justru terasa panas karena pertengkaran demi pertengkaran. Mobil mewahnya justru selalu membuat was-was, khawatir dicuri orang, khawatir gores, dll. Makanan yang lezat  pun tak mampu ia nikmati karena begitu banyak pantangan dokter akibat kolesterol tinggi yang dideritanya.

Bandingkan dengan Pak Miun & Bu Miun (tokoh rekaan juga) yang bekerja sebagai sopir dan pembantu Pak Tajir sekeluarga.

Pak Miun yang ‘hanya’ seorang sopir lulusan SD itu justru lebih nikmat mengendarai mobil tuannya, karena tak perlu khawatir apapun. Ia ikut merasakan empuknya jok mobil mewah itu, nyamannya semilir AC dan alunan musik dari dashboardnya tanpa harus memikirkan tetek bengek mobil itu.

Peduli amat kalo gores, dicuri juga tak akan membuatnya rugi. Kalaulah nasib buruk menimpanya hingga ia dipersalahkan untuk musibah yang menimpa mobil bosnya, resiko terberat cuma dipecat. Dengan begitu ia bisa cari pekerjaan di tempat lain atau kembali jadi sopir taksi seperti sebelumnya.

Nikmat saja.

Bu Miun begitu juga. Di saat sang majikan sibuk bisnis ke sana sini, istrinya arisan tiap hari, dan anaknya sibuk dugem berangkat dan pulang pagi, Bu Miun menjadi ‘majikan bayangan’ yang menguasai rumah megah itu beserta isinya.

Pengin nonton sinetron, tinggal setel TV layar datar yang ada di ruang keluarga. Laper, sisa hidangan sarapan masih cukup banyak, enak-enak lagi. Minuman dingin banyak di kulkas, tinggal ambil. Tidak perlu takut kepanasan saat bekerja, tinggal hidupkan AC. Boleh juga kalo ngepel  lantai ditemani alunan lagu dangdut kesukaan, tinggal pencet VCD player di bawah TV.

Nikmat pool…!!

Padahal Pak Miun dan Bu Miun tidak bekerja keras mencapai segala kesuksesan duniawi itu, toh mereka mampu menikmatinya. Malang nian nasib Pak Tajir sekeluarga. Sudah bekerja keras mencapainya, masih belum juga bisa menikmati kebahagiaan. Terus terbelenggu oleh kesibukan, dan berbagai masalah yang ditimbulkan sendiri.

Jadi kembali lagi, hidup intinya adalah ‘menikmati sehingga bahagia’. Menikmati tak harus memiliki. Tapi kalau sudah terlanjur memiliki, ya dinikmati dong!

Ini bahasa keagamaannya adalah ‘Syukur’.

Kata Allah, orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya. Jangan selalu diartikan bertambah kuantitasnya lho. Apa kalau punya istri satu bila disyukuri harus bertambah jadi dua? Kalau begitu, bakal sedikit istri yang mau disyukuri suaminya, he..he..

‘Ditambah nikmatnya’ sesungguhnya bisa terwujud dalam bertambahnya kualitas anugerah yang kita syukuri itu. Istri yang kita syukuri bisa ditambah Allah menjadi lebih hemat, lebih solihah, lebih pengertian, lebih cantik, lebih sexy, halah…

Makanan yang kita syukuri akan bertambah nikmat di lidah seiring sembuhnya sariawan dan turunnya kadar kolesterol.

Dan lain sebagainya.

Maka untuk apa menyiksa diri dengan merekapitulasi hal-hal yang belum kita miliki?

Tidakkah lebih mudah menginventaris hal-hal yang sudah kita miliki atau yang sudah bisa kita nikmati (tanpa harus memiliki) untuk dinikmati sepenuh-penuh kesyukuran pada-Nya. Lalu siapkan diri, untuk tidak terkejut bila nikmat itu bertambah lagi.

Entry filed under: Sekarang. Tags: , , , .

Allah Tahu Nasyid buat Istri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chatting

Download

Arsip

Kalender Posting

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 23,850 hits

%d bloggers like this: